ENVIROMENTAL PROTECTION

& CONSERVATION

Workshop Pengembangan Teknologi Persampahan & Teknologi Limbah B3

IMG-20180516-WA0001Peningkatan jumlah penduduk di Sumatera Utara, memicu pertambahan volume sampah yang signifikan, diperkirakan setiap orang menggunakan 2 (dua) kantongan plastik setiap hari. Peningkatan volume sampah dan karakteristik sampah setiap tahun menjadi persoalan yang harus segera dicarikan solusi, terutama masalah sampah plastik yang sulit terurai dan volume cukup tinggi setiap tahun. Sampah plastik dapat mencemari perairan, menurunkan kesuburan tanah, pendangkalan daerah aliran sungai dan pantai, dan merusak ekologi laut. Sampah plastik apabila dibakar akan mengeluarkan furan dan dioksin yang menambah pencemaran udara dan berbahaya bagi kesehatan manusia dan tumbuh-tumbuhan. Pengelolaan sampah domestik selama ini sebagian besar dibuang ke TPA. Peningkatan volume sampah stiap tahun yang dibuang ke TPA terutama sampah plastik menyebabkan permasalahan baru, mempercepat penuhnya TPA dan sulitnya mencari lahan pengganti TPA. Merupakan permasalahan yang segera ditindaklanjuti sebelum lebih berdampak buruk lagi terhadap lingkungan. Untuk itu sangat diperlukan teknologi yang dapat mengolah sampah plastik menjadi lebih bernilai ekonomi disamping dapat meminimalisir volume sampah plastik yang dibuang ke TPA juga dapat menambah nilai ekonomi dari mengolah sampah plastik.

Demikian juga halnya dengan limbah medis dari fasilitas layanan kesehatan di Sumatera Utara, pada tahun 2017 jumlah Rumah Sakit di Sumut sebanyak 214 unit dan 571 Puskesmas yang tersebar di 33 Kab./Kota, dan hanya 5 unit Rumah Sakit yang memiliki izin operasional Insenerator. Sedangkan jumlah perusahaan pengumpul limbah medis di Sumut masih sangat sedikit dan sangat tidak sebanding dengan volume limbah medis yang dihasilkan.

Dalam upaya mengatasi permasalahan persampahan dan limbah medis, Dinas Lingkungan Hidup Provsu melalui kegiatan Workshop Pengembangan Teknologi Persampahan dan Teknologi Limbah B3 ini diharapkan dapat: (1) Menambah pengetahuan dan keterampilan kita dalam meminimalisir sampah plastik, untuk menjadikan sampah plastik bernilai ekonomis; (2) Menambah pengetahuan kita tentang pengelolaan limbah media bersumber dari kegiatan fasilitas layanan kesehatan sesuai dengan peraturan (PERMENLH 56 Tahun 2015); (3) Memahami dan dapat memilih teknologi yang tepat dengan kondisi kegiatan kita.

Please follow and like us:
Updated: 21 May 2018 — 3:31 am
DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVSU. © 2018