ENVIROMENTAL PROTECTION

& CONSERVATION

3 & 4 Desember 2018: Clean Up Danau Toba

Danau Toba merupakan salah satu danau vulkanik air tawar terbesar di dunia, dan merupakan yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, memiliki luas perairan sepanjang 100 km dan lebar 30 km yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. Di tengah danau ini terdapat pulau vulkanik yang bernama Pulau Samosir. Karena keeksotikan dan keindahan alamnya, dulu orang menyebut danau ini sebagai salah satu objek wisata paling memikat di dunia, tetapi sekarang tidak lagi. Secara biofisik kawasan Danau Toba merupakan tempat bermukim yang aman dan sehat bagi manusia. Danau Toba dulu tercatat sebagai danau air tawar kebanggaan rakyat Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara, karena keindahan panaroma alamnya, kenyamanan dan kesegaran udaranya, keasrian dan keterpaduan lingkungan alam, keramahan penduduk yang bermukim di sekitarnya, serta nilai budaya dan adat tradisional yang tinggi, yang kesemuanya itu menarik perhatian dan respon masyarakat internasional. Sekarang ini Danau Toba terancam dengan kurangnya wisatawan baik domestik maupun asing, dikarenakan kurangnya perhatian warga dan pemerintah setempat akan kebersihan dan kenyamanan lingkungan tersebut. Danau menjadi tercemar dan kualitas air semakin menurun dari waktu ke waktu.

Menurut data dan referensi ilmiah yang tersedia serta fakta di lapangan menunjukkan bahwa ekosistem Danau Toba sendiri sangat terancam dengan kualitas air berikut biota air yang semakin tereduksi, demikian juga dengan ekosisitem darat dan hutan berikut keanekaragaman hayati yang berada di dalammnya sebagai penyangga ketersediaan air. Hal ini menyebabkan dampak negatif yang luar biasa terhadap Danau Toba itu sendiri. Degradasi budaya peduli lingkungan hidup masyarakat Batak Toba itu sendiri merupakan poin tertinggi dari kekurangan dan menjadi ancaman lingkungan hidup sebagai millieu dan venue masyarakat Batak Toba. Jika masalah ini tidak diatasi segera, maka budaya Batak Toba berikut kepedulian terhadap lingkungan hidup mungkin akan menghilang, implikasi yang muncul adalah masyarakat Batak Toba akhirnya tidak lagi mengenal identitasnya sendiri dan pada gilirannya kondisi ekosistem Danau Toba beserta ekosistem lain sebagai penyangganya juga akan terdegradasi.

Berdasarkan hal tersebut, melalui APBD Tahun Anggaran 2018 maka Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara melalui UPT. Pengelolaan Limbah Cair Domestik telah melaksanakan kegiatan Clean Up dikawasan Danau Toba di tahun 2018.

Maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan Clean Up Danau Toba adalah:

  1. Memberikan pengetahuan secara kontinyu kepada masyarakat di kawasan Danau Toba agar kelak dikemudian hari mampu memberikan praktik-praktik terbaik dalam mengelola lingkungan hidup di kawasan Danau Toba;
  2. Menggerakkan kesadaran dan kepedulian masyarakat di kawasan Danau Toba untuk peduli menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kebersihan Danau Toba.

(DRAFT)

Please follow and like us:
Updated: 12 February 2019 — 8:27 am
DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVSU. © 2018