ENVIROMENTAL PROTECTION

& CONSERVATION

Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Mangrove Ditanam Kembalikan Fungsi Hutan Mangrove Lubuk Kertang Langkat

Kadis Lingkungan Hidup Sumut, Binsar Situmorang dan peserta lainnya menanam tanaman mangrove di Desa Lubuk Kertang, Langkat, Jumat (6/9/2019). (istimewa)

Medanbisnisdaily.com-Medan. Penanaman tanaman mangrove kembali dilakukan di kawasan eco-wisata mangrove di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat, Langkat, Sumatra Utara, Jumat (6/9/2019). Dinas Lingkungan Hidup Sumut, Dinas Lingkungan Hidup Langkat, Pemerintah Desa Langkat, dan kelompok tani masyarakat Lubuk Kertang dan Yayasan Yagasu serta beberapa pihak lainnya menggalakan penanaman mangrove itu.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, melalui Kadis Lingkungan Hidup, Binsar Situmorang, mengatakan, digalakkannya kembali tanaman mangrove di kawasan eco-wisata mangrove Lubuk Kertang itu adalah untuk mengembalikan fungsi kawasan itu menyusul maraknya praktik alih fungsi ataupun perambahan dari hutan mangrove ke tambak dan perkebunan kelapa sawit.

Alih fungsi hutan mangrove menjadi tambak dan perkebunan kelapa sawit memberi dampak besar terhadap perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, antara lain menyebabkan pemanasan global dan kerusakan pada eksosistem pesisir seperti terumbu karang dan pantai berpasir.

Bertahun-tahun perubahan fungsi itu berlangsung, namun masyarakat desa di Lubuk Kertang secara perlahan berhasil mengembalikan fungsinya bersamaan dengan masyarakat di 6 desa sekitar yang juga sebelumnya mengalami perubahan fungsi dari tanaman mangrove.

Saat ini di kawasan itu, sudah seluas 700 ha di 7 desa berhasil dikembalikan fungsinya menjadi hutan mangrove. Khususnya Desa Lubuk Kertang, saat ini menjadi contoh sukses model perhutanan sosial. Desa itupun telah diganjar berbagai penghargaan.

“Dan tujuan utama pengembalian fungsi hutan mangrove ini adalah mengurangi emisi gas kaca dunia sebagaimana yang kita dan banyak pihak lakukan di dunia. Dan memang hutan mangrove harus kita pertahankan, kita kembalikan fungsinya dari kerusakan dan bahkan harus kita perluas juga,” ujar Binsar Situmorang.

Pemprov Sumut, tambah Binsar, berharap penanaman kembali mangrove itu menjadi inspirasi untuk memulai proyek-proyek kerjasama dalam program aksi, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Sumut.

Desa Lubuk Kertang tersebut adalah salah satu dari beberapa desa di Sumut yang telah mendeklarasikan kesiapan melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui program kampung iklim (Proklim) pada Sistem Registri Nasional.

Sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2019/09/07/85807/mangrove_ditanam_kembalikan_fungsi_hutan_mangrove_lubuk_kertang_langkat/

Reporter: BENNY PASARIBU; Editor: SASLI PRANOTO SIMARMATA

Please follow and like us:
Updated: 11 September 2019 — 2:48 am
DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVSU. © 2018